Site icon Blog Danakini Finance

Uang Habis Sebelum Gajian? Waspada dengan Lifestyle Creep

Seorang wanita sedang berbelanja di mall dengan ekepresi bahagia.

Lifestyle creep adalah sebuah tendensi untuk menambah pengeluaran karena sudah memiliki pendapatan yang lebih tinggi.

Contents

Gaji naik setiap tahun tetapi keuangan stagnan. Tabungan tidak bertumbuh signifikan, aset masih di angka yang sama, pengeluaran pun terasa semakin mencekik. “Kebuntuan” ini nyatanya banyak dialami masyarakat Indonesia. Mudah saja untuk langsung menyalahkan inflasi (yang terkesan selalu naik setiap tahun), padahal ada satu penyebab lain yang kamu lakukan tanpa disadari: lifestyle creep.

Lifestyle creep (lifestyle inflation) atau disebut juga inflasi gaya hidup terjadi ketika pengeluaran meningkat seiring dengan bertambahnya pemasukan. Hal ini seringkali mengarah pada pembelian barang-barang mewah dan kebiasaan konsumtif. Apakah selama ini kamu terjebak dalam lifestyle creep? Mari kenali lebih dalam dan simak cara-cara untuk menghindarinya.

Apa itu Lifestyle Creep?

Lifestyle creep atau inflasi gaya hidup seringkali dikaitkan dengan FOMO (fear of missing out).

Inflasi gaya hidup terjadi ketika ada tendensi untuk meningkatkan anggaran belanja setiap kali pendapatan naik. Misalnya, kamu baru saja dipromosikan di pekerjaan dan mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Awalnya kamu berniat untuk menabung lebih banyak, tapi perlahan merasa harus “naik level.” Teman-teman mengajak nongkrong di kafe mahal, rekan kerja datang dengan tas branded, tetangga beli mobil listrik baru. Kamu pun jadi terkena FOMO dan tergoda untuk mengejar standar sosial.

Boleh saja untuk sesekali memberi hadiah dan apresiasi untuk diri sendiri. Namun, masalah muncul ketika kebiasaan ini menjadi pola. Jika setiap kenaikan pendapatan diikuti dengan kenaikan gaya hidup, maka kamu tidak bisa maju secara finansial. 

Cara Mencegah Lifestyle Creep

Banyak yang menganggap bahwa jalan keluar dari lifestyle creep ini semudah membatasi anggaran belanja. Realitanya, inflasi gaya hidup tidak melulu didasari oleh kurangnya kedisiplinan diri dalam aspek keuangan. Ada banyak faktor lainnya yang berperan dalam jebakan finansial ini. Karenanya, cara mencegah lifestyle creep pun tidak berhenti pada sekadar menahan godaan belanja. 

1. Buat anggaran yang realistis dan fleksibel.

Susun anggaran yang mencakup semua biaya hidup, termasuk kebutuhan sehari-hari, tagihan bulanan, hingga tabungan dan investasi. Dengan begitu, kamu dapat memiliki gambaran yang jelas tentang seberapa besar pendapatan yang dapat dialokasikan untuk berbagai keinginanmu. 

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan 50:30:20 Rules Sebenarnya Efektif atau Tidak?

Membuat anggaran saja belum cukup. Konsistensi dalam menjalankannya adalah kunci. Oleh sebab itu, penting juga untuk memiliki anggaran yang dapat disesuaikan dengan hal tidak terduga dalam kebutuhan atau keadaan keuangan.

Download aplikasi Danakini Finance sekarang dan dapatkan fasilitas pembiayaan di AZKO, Informa, Informa Electronics, dan Selma.

Semisal ada barang yang harus dibeli tapi anggaranmu di bulan tersebut tidak mencukupi, tidak perlu khawatir. Ada cicilan tanpa kartu kredit dari Danakini Finance dengan promo bunga 0% untuk belanja di AZKO, INFORMA, INFORMA Electronics, dan Selma. Tinggal belanja ke toko, pilih furniture atau barang yang mau kamu beli, lalu ajukan Danakini Finance melalui aplikasi. Gampang banget, kan? Segera download aplikasinya di sini dan klaim promonya!

2. Prioritaskan dan tetapkan tujuan keuangan.

Menetapkan prioritas dan tujuan keuangan akan membantumu untuk fokus ke pos pengeluaran yang benar-benar penting. Tulis daftar prioritas keuangan dalam hidupmu, seperti melunasi utang, menyisihkan uang untuk pendidikan anak, atau membangun tabungan pensiun. Setiap pengeluaran dapat dinilai berdasarkan sejauh mana mereka membantu mencapai tujuan finansialmu. Jadi, kamu tidak akan mudah tergiur menghabiskan uang secara impulsif.

3. Investasikan uang kalian.

Jika ada kenaikan pendapatan, tambahkan juga porsi untuk investasi dan tabungan—jangan hanya untuk belanja.

Rutin berinvestasi adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah lifestyle creep. Manfaatkan berbagai peluang investasi yang tersedia, sehingga kamu bisa memperoleh keuntungan dari pertumbuhan pasar. 

Selain itu, investasi juga dapat membantumu untuk lebih memahami uang dapat bekerja untuk dirimu dan bagaimana kamu dapat mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Ketimbang membeli baju seharga ratusan ribu rupiah, lebih baik kamu alokasikan ke reksa dana pasar uang yang berpotensi memberikan imbal hasil sebesar 5-6% per tahun. 

4. Terapkan gaya hidup yang sederhana 

Berbelanja demi kepuasan diri sesekali itu tidak masalah. Tapi pastikan sudah sesuai budget.

Terakhir, singkirkan anggapan bahwa memiliki lebih banyak barang atau pengalaman yang mahal akan membuatmu lebih bahagia. Hiduplah secukupnya. Hubungan harmonis dengan keluarga dan teman, kesehatan, serta rasa tenang karena bebas dari masalah keuangan itu dapat memberimu kebahagiaan yang sama atau bahkan lebih besar. Saat kamu berhenti mengukur kepuasan diri dari harga barang yang dimiliki, kamu membuat ruang untuk hal-hal yang lebih bermakna.  

Baca Juga: Mengenal Spaving, Saat Promo Belanja Jadi Pemicu Keborosan

Kesimpulannya, menghindari lifestyle creep dimulai dari kesadaran diri. Apakah selama ini pola belanjamu boros? Sudahkah kamu mengalokasikan dana dengan bijak? Hanya kamu yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Jika kamu merasa selama ini menjadi korban inflasi gaya hidup, belum terlambat untuk menyusun ulang anggaranmu dan mengubah cara pandangmu terhadap uang.

Exit mobile version