Site icon Blog Danakini Finance

5 Self-Healing di Rumah untuk Pulihkan Fisik & Mental

Seorang wanita sedang self-healing di rumah

Self-healing adalah sebuah konsep menyembuhkan lelah batin secara mandiri dengan fokus ke momen saat ini tanpa menghakimi.

Contents

Terkadang, rutinitas yang biasa kamu jalani bisa terasa lebih berat dari biasanya. Mungkin saja kamu disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk, sedang memperbaiki hubungan yang renggang, atau lelah dengan berita buruk yang seliweran di media. Apa pun sebabnya, ini merupakan sinyal kamu butuh self-healing.

Tapi, tunggu dulu. Self-healing itu sebenarnya apa, sih?

Self-Healing: Solusi untuk Semua atau Apatisme Terselubung?

Self-healing merupakan bagian dari mindfulness, sebuah konsep gaya hidup yang mengedepankan perasaan yang dialami saat ini.

Belakangan ini ramai perbincangan tentang self-healing dan mindfulness, atau lebih tepatnya sisi gelap dari tren yang populer sejak tahun 2017 ini. Konsep awalnya sederhana, yakni menyembuhkan lelah batin secara mandiri dengan fokus ke momen saat ini tanpa menghakimi. Biasanya dengan meditasi, curhat lewat tulisan, berolahraga, dan lain sebagainya.

Namun lambat laun, maknanya jadi agak menyimpang. Belanja impulsif dengan alasan self-healing. Memilih untuk cuek dengan isu-isu yang ada karena merasa burnout. Distorsi seperti inilah yang akhirnya menjadikan praktik self-healing dan mindfulness kerap dianggap sebagai bentuk apatisme, bahkan musuh revolusi berkedok self-care.

Tidak ada salahnya untuk melakukan self-healing, asalkan kamu tidak menjadikannya tameng apalagi pelarian. Yoga dan meditasi dapat membuatmu lebih fokus bekerja tetapi tidak dapat melenyapkan deadline yang menumpuk. Karena pada akhirnya, ini hanyalah cara mengelola stress, bukan mencabut akar masalah.

Manfaat Self-Healing di Rumah

Self-healing memberikan sejumlah manfaat, tidak hanya bagi kesehatan mental tetapi juga fisik. Contohnya:

Cara Self-Healing di Rumah

Self-healing mencakup banyak hal, kok, tidak hanya liburan atau staycation. Kamu tetap bisa latihan mindfulness di rumah dengan rangkaian aktivitas di bawah ini.

1. Lakukan EFT tapping.

Emotional freedom techniques (EFT) tapping adalah teknik self-healing yang menggabungkan psikologi modern dengan prinsip akupuntur tradisional Tiongkok. Caranya terdiri dari tiga langkah utama:

EFT tapping sangat bermanfaat ketika kamu lagi banyak pikiran. Lakukan teknik ini sebelum kamu mengambil keputusan supaya langkah yang kamu ambil datang dari tempat yang lebih tenang.

2. Gerakkan tubuhmu.

Coba sisihkan 10-15 menit setiap pagi atau sore untuk melakukan satu aktivitas fisik. Gerakan sederhana seperti senam aerobik, yoga, menari, atau lompat tali sudah cukup untuk otak melepaskan endorfin yang secara alami meredakan stress. 

Olahraga stair climber di rumah mampu membakar kalori sekaligus melatih otot kaki.

Mau sekalian bakar kalori dan latih otot? Mulai rutinitas olahraga di rumah dengan Kinetic Stair Climber dari AZKO. Cocok untuk pemula, tidak makan banyak tempat, dan harganya terjangkau dengan cicilan tanpa kartu kredit dari Danakini Finance

Jogging di rumah tentunya lebih nyaman dan bebas dari bahaya polusi.

Kamu juga bisa jogging dan latihan lari di rumah dengan Kinetic Motorized Smart Treadmill dari AZKO yang sudah dilengkapi dengan pengaturan tempo kecepatan serta fitur auto incline. Tentunya, treadmill pintar ini bisa kamu bawa pulang dengan cicilan ringan dari Danakini Finance, bunga mulai dari 0% saja! Dapatkan promo menarik dan download aplikasinya di sini

Baca Juga: 7 Tips Latihan Lari Marathon Supaya Fit Sampai Finish

3. Regangkan otot.

Apabila kamu dalam masa penyembuhan setelah sakit atau cedera, stretching atau peregangan lebih pas untuk kondisi fisikmu. Gerakan-gerakannya yang ringan membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi rasa kaku pada otot tanpa membebani tubuh. Cukup luangkan waktu lima menit saja dan kamu akan merasa jauh lebih rileks dan ringan.

4. Buat jurnal rasa syukur.

Mungkin awalnya akan terasa sulit, tapi lama-lama otakmu akan terbiasa untuk mengenali hal-hal baik di sekitar.

Berbeda dengan menulis buku diary, jurnal rasa syukur melatih otak untuk memperhatikan hal-hal baik yang sering luput dari kesadaran. Sebelum tidur, tuliskan tiga hal yang kamu syukuri di hari itu, tanpa peduli besar kecilnya. Bisa saja tentang lalu lintas yang lebih lancar dari biasanya, cuaca yang cerah, lelucon lucu yang dilontarkan rekan kerja. 

Kamu akan terkejut seberapa banyak momen indah yang kamu alami setiap harinya, meski kamu sendiri sedang bergumul dengan tantangan hidup.

5. Latihan mengontrol napas.

Mengontrol napas terbukti dapat membuatmu lebih rileks.

Salah satu teknik self-healing yang mudah dipraktikkan di rumah adalah box breathing. Tarik napas selama empat detik, tahan selama empat detik, hembuskan lewat mulut selama empat detik, dan tahan lagi selama empat detik. Terlihat sepele, namun para ilmuwan telah membuktikan bahwa melakukan box breathing secara rutin mampu menurunkan stress dan meningkatkan mood. 

Lima praktik self-healing di atas ini sangat mudah untuk dilakukan di rumah. Lakukan sebagai cara mengelola stress dan langkah untuk lebih memperhatikan diri sendiri. Ketika kamu bisa peka terhadap tubuh dan pikiranmu, dari sanalah empati dapat tumbuh. 

Hati-hati penipuan! Danakini Finance tidak menawarkan pinjaman tunai dalam bentuk apa pun. Selalu gunakan aplikasi Danakini Finance yang resmi, dan jangan transfer uang ke rekening pribadi mana pun yang mengatasnamakan Danakini Finance. Seluruh detail pembayaran resmi hanya dikirim melalui email resmi Danakini Finance.

Exit mobile version