Contents
Cukupkah mengatur keuangan hanya dengan budget bulanan? Ternyata, kamu juga butuh yang namanya spending plan atau rencana pengeluaran. Budget hanya memberimu nominal uang untuk belanja yang tidak boleh dilewati, sementara spending plan berfungsi sebagai “panduan” supaya kamu tidak overbudget. Dengan memiliki budget bulanan dan spending plan, kamu dapat mengambil keputusan keuangan dengan lebih baik dan efektif.
Perbedaan Budgeting vs. Spending Plan
Serupa tapi tak sama, budgeting dan spending plan memiliki fungsi masing-masing. Spending plan bisa terlihat seperti budget bulanan, yakni rincian anggaran dengan kategori yang jelas. Namun, ada ruang lebih untuk bernapas, tidak seperti budget yang cenderung mengekang.
Budget bulanan biasanya hanya memuat alokasi dana untuk setiap pos pengeluaran. Di sisi lain, spending plan mengatur jadwal pembayaran, apa yang harus dibeli terlebih dahulu, dan bagaimana total pengeluaranmu bisa diselaraskan dengan pendapatanmu. Singkatnya, spending plan ini seperti gabungan dari daftar belanja, daftar prioritas keuangan, dan juga budget bulanan.
Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan 50:30:20 Rules Sebenarnya Efektif atau Tidak?
Cara Mengatur Keuangan dengan Budget Bulanan
Jika ini pertama kalinya kamu membuat budget bulanan, ikuti tips di bawah ini supaya hasilnya sesuai ekspektasimu.
1. Mulai dari kondisi sebenarnya, bukan seidealnya.
Pertama-tama, pisahkan dulu mana pengeluaran rutin dan mana yang tidak. Tagihan listrik, biaya sewa rumah, cicilan termasuk dalam pengeluaran rutin. Kuncinya adalah menentukan jumlah dana berdasarkan riwayat transaksimu selama tiga bulan terakhir. Dengan begitu, budget yang kamu susun akan lebih realistis. Kamu pun bisa melihat mana pengeluaran yang “bocor” atau lebih besar dari dugaan.
2. Periode dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Umumnya, budgeting dilakukan bulanan. Namun, tidak masalah untuk memecah budget bulanan menjadi mingguan, terutama kalau kamu baru memulai belajar budgeting. Kamu juga bisa melakukannya setiap 3 bulan sekali, 6 bulan sekali, ataupun 1 tahun sekali, tergantung kebutuhanmu.
3. Perbarui budget kapan pun dibutuhkan.
Budget bulanan bisa diubah karena berbagai faktor. Misalnya, ketika kamu lagi mau berhemat atau mengurangi pengeluaran untuk menggapai tujuan finansial tertentu, kamu bisa mengurangi budget untuk hiburan ataupun kebutuhan lainnya yang tidak termasuk ke dalam pengeluaran rutin maupun pokok.
Cara Mengatur Keuangan dengan Spending Plan
Berikut cara menyusun spending plan yang terasa intuitif dan relevan dengan ritme harianmu.
1. Buat tujuan finansial berdasarkan values kamu.
Apa aspirasi hidupmu saat ini? Mungkin saja kesejahteraan keluarga, atau pensiun dini. Apapun itu, buat spending plan yang tertuju pada aspirasimu. Contohnya, daripada mengeluarkan sepertiga dari pendapatan untuk hiburan seperti nongkrong di kafe, kamu bisa menabung untuk dana liburan bersama keluarga.
Baca Juga: 10 Ide Wisata Keluarga untuk Isi Liburan Sekolah Anak
2. Tentukan urutan prioritas, bukan hanya nominal.
Mana yang wajib didahulukan di minggu pertama? Mana yang bisa ditunda di bulan selanjutnya? Dengan menyusun prioritas berbasis urgensi, kamu bisa lebih bijak dalam mengalokasikan pendapatanmu dan memastikan semua pos pengeluaran tertutup.
Bagaimana jika ada keperluan mendesak, tetapi belum ada dananya? Kamu bisa pakai cicilan tanpa kartu kredit dari Danakini Finance untuk belanja kebutuhan rumah di AZKO, INFORMA, INFORMA Electronics, dan Selma. Dapatkan bunga spesial mulai dari 0% dan berbagai promo menarik lainnya. Yuk, download aplikasinya di sini!
3. Lakukan penyesuaian setiap minggu.
Berbeda dari budget bulanan yang bersifat makro, spending plan perlu dicek kembali setiap minggunya. Tinjau apakah ada tagihan yang maju jadwalnya, perubahan nominal harga, acara baru yang tiba-tiba muncul, atau pengeluaran yang harus dipindahkan ke minggu berikutnya.
Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Budget bulanan dan spending plan dapat saling melengkapi untuk membuat keuanganmu jadi lebih teratur. Di saat yang bersamaan, keduanya juga akan membantumu mewujudkan tujuan keuangan jangka panjang.

